Archive for November, 2008

Baru terpikir oleh saya sebuah pertanyaan kecil yg tidak penting tentang presiden kita…

Kenapa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kok dipanggil SBY???
Kenapa kok tidak Pak Susilo?
Kenapa kok tidak Pak Bambang?
Kenapa juga kok tidak Pak Yudhoyono?
Atau kalau mau lebih gaul, kenapa tidak pakai “Bung” seperti Bung Karno?
Hmm… Bung Bambang??? Wah, terdengar jadul.
Coba kita sesuaikan dengan konteks jaman sekarang… Bro Bambang???

Tetapi untungnya di luar negri orang2 menyebut Presiden kita itu Presiden Yudhoyono (ini setahu saya lho ya). Masih terdengar bagus dan berwibawa.

Coba bayangkan kalau mereka, khususnya orang2 yg berbahasa Inggris, menyebut beliau Presiden Bambang… saya yakin kebanyakan pasti akan salah mengucapkan nama beliau menjadi Presiden “Bembeng.” Waduh, so uncool.

Yah, itulah pertanyaan saya… tidak penting bukan? Kalau mau jawab ya silahkan, kalau tidak mau ya tidak mengapa. Ga penting :D

Comments No Comments »

Is mah birfday ...where r caek dammit!?

Makasih / Suwun / Thanks yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada semua pihak yang terlibat dalam plot untuk menculik saya dari kamar pada jm 00.00 tgl 7 November kemarin dan kemudian memberikan beberapa “kado” kepada saya.

Nanti akan tiba saatnya saya bisa membalas “kado” kalian. Tunggu saja bila saatnya telah tiba.

Makasih / Suwun / Thanks yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada semua teman2 yg masih ingat tanggal mbrojolnya saya ke dunia ini.

Makasih ucapan2nya. Ditunggu hadiah2nya.

Makasih / Suwun / Thanks yang sebesar-besarnya tidak lupa saya ucapkan kepada the one and only, cintaku sayangku, yg selalu bisa membuat hari spesial ini menjadi extra spesial, extra crispy plus telor.

Special present-nya ntar jangan lupa ya cay :)

Comments No Comments »

Pernah dengar yg namanya earworm?

…hmm… cacing telinga? iiihh jorok!!!

Bukan!!! Bukan cacing telinga ndhes!!!

Menurut kamus besar bahasa manusia, EARWORM adalah istilah untuk menyebut sepotong/sebagian dari sebuah lagu atau materi musikal lainnya yang terpatri dengan sangat amat kuat sekali di otak kita sehingga kita tidak bisa melupakannya dan akan terdengar berulang-ulang lagi, lagi, lagi, dan lagi, terus-terusan dan tdk akan berhenti sebelum kepala kita pecah.

Dulu ada satu lagu Batak (saya tidak tahu judulnya), ringback tone dari seorang juragan kapal di Tangguh yg benar2 tidak bisa keluar dari kepala saya selama berminggu-minggu.

Lagu yg sebenarnya biasa saja dan bukan jenis musik pilihan saya, tapi tdk tahu kenapa lagu itu selalu terdengar jelas dan keras di telinga ini.

Bahkan setelah lupa pun, saya masih terpikir untuk menelepon sang juragan kapal tersebut hanya untuk mendengar lagu itu. Rencananya saya akan kirim sms ke beliau “Pak saya mau telp, tapi tolong jangan dijawab, saya cuma mau dnger lagunya”… tetapi untungnya hati kecil saya berteriak… JANGAAANN!!!

Yang paling baru (saya kurang tahu bisa dikategorikan sebagai earworm atau tidak, tetapi kalaupun bisa maka yang ini adalah earworm bersifat paksaan) ada sebuah lagu yg menjadi Ost. film Music & Lyrics berjudul “Way Back Into Love“  yang sebenarnya lumayan enak didengar tetapi karena provokasi biadab seekor manusia(?) berambut jambu, akhirnya lagu tersebut selalu terdengar dimana-mana dari pagi sampai sore sampai pagi lagi… AKU MUAAAKK!!!

Untungnya sekarang saya sedang menjalani pembebasan bersyarat, telingaku bisa beristirahat barang sejenak.

Saya hanya kasihan dengan teman2 yg sekarang masih ada di site. Sepertinya sampai sekarang pun lagu itu masih membahana di seantero klinik, atau bahkan sampai ke camp. Tabahlah wahai teman2ku tersayang.

Semoga ketika aku kembali nanti (kalau kembali) lagu tersebut sudah hilang dari peredaran.

Demikian sekhilaf info mengenai fenomena EARWORM. Semoga bisa menjadi setitik cahaya yg tidak berguna di kehidupan teman2 sekalian.

Comments 2 Comments »

Nggak terasa, kontrak kerja setahun habis hari ini. Tapi biarpun begitu masih harus terperangkap di site seminggu lagi. Biasalah, nurut surat tugas. Namanya juga orang berdedikasi tinggi :D
Lanjutin kontrak gak ya?… Lanjut… … … nggak… … … lanjut… … … nggak… … … nggakk… … … lanjut… … … nggak… … … benjut!!!

Moga2 kontrak baru bayaran naik. Naik berapa ya??? 100%??? 50%??? Ngimpiii!!!

Hah!!! Pusing deh!!! Kapaaaaan aku jadi bos???

Wes ah, waktunya pulang, mess hall menanti.

Ciao.

Comments 5 Comments »