20 tahun… bayangkan… sudah 20 tahun lebih. 20 tahun itu bukan waktu yang sebentar… mengapa sekarang bisa terulang lagi? Mengapa? Mengapa… oh… mengapa???
20 tahun lebih. 20 tahun lebih keluargaku terbebas dari si terkutuk itu.
20 tahun lebih kami hidup dengan tenteram, mengapa si batak jahanam itu datang lagi merusak kehidupan kami???
Begitu kejamnya si batak jahanam itu sampai aku tidak bisa menyebutnya manusia!!! (background sound effect: suara guntur yg menggelegar dan suara angin kencang yang menderu-deru… efek dramanya udah kerasa belum pren?).
Kenapa tidak bisa disebut manusia, mungkin kalian bertanya2. Karena dia memang bukan manusia, dia adalah… … … banjir (lho… banjir kok "batak jahanam"??? Begini mas, mbak …banjir kan nama lainnya "air bah", yg biasanya ngomong pake "bah" kan orang Batak… halah, garing bah!!!).
Udah 20 tahun lebih ga kejadian lha kok tahu2 kebanjiran lagi. Ealah.. nasiiib nasib. Udah gitu tingginya sedada lagi. Ya kepaksa deh orang rumah sekarang hidup di tempat pengungsian. Aku ga bisa berbuat banyak buat keluarga di rumah karena sekarang sedang hidup di pengasingan dan tidak bisa pulang. Sedihnya… hik hik. Pren2 sekalian mohon doanya ya biar banjir cepet surut.
PS: Maap berjuta-juta maap buat orang2 Batak. No hard feeling OK. Cuman becanda
Entries (RSS)
20 tahun yang lalu, mungkin dirimu lupa mandi
Banjirnya udah suruuuutt
:) 