Seorang teman saya pernah berkata bahwa dia ingin menghilangkan rasa
takut yang selalu menghantui dirinya. Saya kutip sedikit kata2nya:
Yes, my fear is the second greatest thing that grows in me and it
controls almost everything. I’m thinking of getting rid of it but I
have no clue how…I am sick of being far away from anything that I want because my fear is always standing between us.
Yang saya garis bawahi disini adalah keinginan untuk "getting rid of
it". Menurut saya kurang tepat rasanya jika seseorang ingin
"menyingkirkan/menghilangkan/melenyapkan" rasa takut yg ada di dalam
dirinya.
Apakah rasa takut itu begitu negatifnya sehingga perlu disingkirkan? Apakah rasa takut itu begitu jeleknya sehingga perlu dihilangkan? Apakah rasa takut itu begitu menakutkannya sehingga perlu ditakuti?
Kalo aku bilang sih rasa takut itu gak melulu negatif. Rasa takut itu diciptakan dengan suatu alasan. Saya punya suatu pemikiran seperti ini: "Fearless people die quickly." Orang yg ga punya rasa takut cenderung melakukan segala hal dengan sembrono, segala tindakannya akan tidak terarah dan akhirnya akan merugikan diri sendiri (monggo ditambahi "dan orang lain" kalo mau mengingat2 pelajaran PMP/PPKn waktu masih sekolah dulu).
Memang benar kalau kita biarkan rasa takut menguasai maka kita tidak akan bisa kemana2, tidak bisa menggapai impian kita, tidak bisa menjelajahi luasnya dunia. Tapi menurut saya perlu diingat bahwa rasa takut akan membuat kita menjadi waspada (ingat kata2 bang napi "Waslapadah… Waslapadah!!!"). Dan perlu diingat pula bahwa segala segala sesuatu di dunia ini memerlukan keseimbangan. Menjadi berani tetapi tidak punya rasa takut itu adalah tindakan yang benar2 bodoh (itu menurut saya, kalo anda punya pendapat yg berbeda ya monggo mawon).
Sekarang semuanya tergantung seberapa besar kebijaksanaan dan kemampuan kita untuk mengontrol rasa takut tersebut. Kalo kita bisa mengendalikan rasa takut tersebut niscaya kita akan memiliki pertimbangan yg lebih baik ketika kita ingin mengambil sebuah keputusan (weleh weleh, pake kata "niscaya". Sok! Gpp-lah sekali sekali, ben ketok serius).
Inti dari semua omong kosong ini tadi adalah:
1. "Fear keeps you alive"
2. "Control your fear, don’t let fear control you!"
Hmm… terlalu klise? Mungkin iya, tetapi apakah pernyataan2 itu salah?
Hmm… Susah dilakukan? Mungkin iya, tetapi bukan berarti tidak mungkin dilakukan kan?
Menjadi bingung? Ketik "Reg" spasi "Tulung" dan kirim ke 14045. Saya ulangi, Ketik "Reg" spasi "Tulung" dan kirim ke 14045. SMS yang anda terima akan dikirim langsung dari HP yang punya, bukan punya saya. (lho, 14045 itu kalo gak salah kan nomernya MakDe mas? Ada rencana traktiran nih?)
Entries (RSS)
Q, kamu g pantes tuw ngomong pake bahasa baku yang baik dan benar…hehehehe
btw, font yg ijo bisa diganti g? harus di block dulu tuh biar bisa kebaca…..
(oops…ur blog is open to any criticism kan…:D)
kau terlalu banyak nonton star wars…
ataw mari moco green lantern n dare devil….
pasti disambi karo es teh anget…
mungkin akan lebih baik jika kata takut diganti dengan kancut…. sehingga definisi akan rasa takut itu sendiri akan menjadi hilang… karena akan menjadi seperti:
‘perlukah kita merasa kancut?’ begitulah kira kira…
Lho masak font yg ijo ga bs kbaca? Yg lama2 juga ga kbaca? Tapi di LCDscreen-ku yg bagus ini bisa kebaca kok.
Hmmmm….
I am flattered that finally someone talks behind my back in his blog…
(critane ge-er)
Tapi emang bener sich… tapi masalahnya I have a very gigantic amount of fear sampe rasanya pengen ngilangin.. gituuuuhh
Lha wong mencolot tembok 1 meter ae ndredeg… kan kebacut iku, Ki!!!
Lho mbak Adhit ternyata. Bukan bermaksud talking behind your back Dhit. Ini bukan membahas kamu, tetapi membahas masalah “Fear”, lha kebetulan contohnya kamu. Hmmm.. jadi emang secara gak langsung emang ngomongin kamu sih. Lho, piye to???
Nyuwun sewu nderek coment….
Ki…
orang takut itu banyak ngomong.
untuk apa?.. ya untuk biar supaya agar tidak takut. Hehe..
Ada satu pelajaran Ki..
km tau mbak Mia kan?.. ada mas Kris, km, aku, hadi, andre, dia tenang2 aja diRmh.
taapi.. tanpa merekapun beliau ttap tenang (kecuali kalo ditakut-takuti ada Nyoyah Londo diatas genteng). padahal Mbak Mia ga pernah tau “kata2 ferles pipel dai quikli”
tau ga hikmahnya apa?
menurut interpretasi orang awam….
semakin kita tau maka semakin kita takut. namun semakin ga tau semakin mudah kita jadi “penakut: orang yg pekerjaannya menakut-nakuti” dalam tanda kutip hal-hal tetentu.
Ngerti ga…………..
Hmmm… gak ngerti.
Mbak Mia ”ujube” mas kris iku a? he2


Nyonyah Londone wes minggat Fen. Wedi ambek awakmu
Mbak Mia ngono koyoke wes gak duwe wedi, mentale wes kebal, keseringen ”ditempa” ambek sing duwe omah
hiy hiy…QQ lutju…b a n g e t!jd gak ngantuk bacanya!